Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

30 Peribahasa Indonesia Tentang Kehidupan dan Artinya

Peribahasa Indonesia Tentang Kehidupan

Dalam kehidupan nyata kita sering kali menjadikan peribahasa sebagai salah satu cara berkomunikasi antar sesama manusia. Ada banyak sekali nasihat maupun wejangan yang dapat kita sampaikan kepada anak, saudara dan teman kita melalui peribahasa.

Bahkan tak jarang banyak orang menjadikan peribahasa sebagai salah satu pegangan dalam hidup salah satunya yaitu peribahasa “Rajin pangkal pandai, hemat pangkal kaya”. Peribahasa tersebut mengajarkan kita untuk terus berusaha pantang menyerah agar apa yang kita inginkan mendapatkan hasil optimal.

Bayangkan jika peribahasa tadi benar-benar kita resapi dan amalkan, tentu rintangan sebesar apapun dapat dilalui untuk mencapai cita-cita yang kita ingin capai. Berikut rangkuman Peribahasa Indonesia Tentang Kehidupan.

Kumpulan peribahasa Tentang Kehidupan

1. Ada sama dimakan, tak ada sama ditahan.

Artinya : Susah dan senang ditanggung bersama.

2. Adat diisi, janji dilabuh.

Artinya : Adat harus dijalankan, persetujuan harus ditepati.

3. Air susu dibalas dengan air tuba.

Artinya : Kebaikan dibalas dengan kejahatan.

4. Bak ilmu padi, kian berisi kian merunduk

Artinya : Semakin memiliki ilmu yang tinggi, maka semakin rendah hati sikapnya atau tidak sombong.

5. Berguru kepalang ajar bagai bunga kembang tak jadi.

Artinya : Ilmu yang dipelajari setengah-setengah tidak akan memberikan manfaat.

6. Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh.

Artinya : Segala sesuatu akan berhasil apabila dikerjakan secara bergotong-royong (bersama-sama).

7. Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing.

Artinya : Suka duka, baik buruk ditanggung bersama.

8. Berakit Rakit ke Hulu, Berenang Renang ke Tepian, bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian.

Artinya : Untuk mencapai suatu kesuksesan seseorang harus bekerja keras terlebih dahulu baru akan menikmati hasilnya.

9. Berguru kepalang ajar seperti bunga kembang tak jadi.

Artinya : Belajar harus sungguh-sungguh, jangan terputus ditengah jalan.

10. Campak bunga, dibalas dengan campak tahi.

Artinya : Kebaikan dibalas dengan kejahatan.

11. Cepat kaki ringan tangan.

Artinya : Suka menolong sesama umat manusia.

12. Esa hilang dua terbilang.

Artinya : Berusaha terus dengan keras hati hingga maksud tercapai.

13. Fajar menyingsing elang menyongsong.

Artinya : Sambutlah pagi dengan penuh semangat untuk bekerja dengan gigih.

14. Guru kencing berdiri, murid kencing berlari.

Artinya : Kelakuan murid mencontoh kelakuan gurunya, maka sebaiknya guru jangan memberi contoh yang buruk.

15. Hangat-hangat tahi ayam.

Artinya : Kemauan yang tidak tetap atau tidak kuat.

16. Hidup dikandung adat mati dikandung tanah.

Artinya : Selama hidup orang harus taat kepada adat kebiasaan dalam masyarakat.

17. Hujan emas di negeri orang, hujan batu di negeri sendiri.

Artinya : Sebaik-baiknya negeri orang tidak akan sebaik negeri sendiri.

18. Jaras dikata raga jarang.

Artinya : Mencela orang lain, padahal diri sendiri ada celanya juga.

19. Kacang lupa akan kulitnya.

Artinya : Tidak tahu diri ; lupa akan asalnya.

20. Kecil dikandung ibu, besar dikandung adat, mati dikandung tanah.

Artinya : Manusia itu selalu terikat oleh tatatertib masyarakat, tidak pernah bebas sama sekali.

21. Malu bertanya sesat di jalan.

Artinya : Kalau tidak mau berikhtiar tidak akan mendapatkan kemajuan.

22. Nasi sudah menjadi bubur.

Artinya : Yang sudah terlanjur, tidak dapat diperbaiki atau diubah lagi.

23. Rambut sama hitam, hati masing-masing.

Artinya : Semua orang mempunyai pendapat (kemauan) masing-masing.

24. Rebung tidak jauh dari rumpun.

Artinya : Tabiat anak tidak jauh berbeda dari tabiat orang tuanya.

25. Sedia payung sebelum hujan.

Artinya : Bersiap-siap sebelum terjadi yang kurang baik.

26. Sepandai-pandai tupai melompat, sesekali gagal juga / pasti akan jatuh juga.

Artinya : Sepandai-pandainya orang , pasti ada kalanya akan salah / keliru.

27. Tong Kosong Nyaring Bunyinya.

Artinya : Seseorang yang banyak berbicara tapi ternyata miskin ilmu.

28. Udang tidak tahu bongkoknya.

Artinya : Orang yg tidak sadar diri atas segala kekurangan yg dimiliki.

29. Usang dibarui, lapuk dikajangi.

Artinya : Mana-mana yang kurang baik diperbaiki.

30. Utang emas boleh dibayar, Utang budi dibawa mati.

Artinya : Budi baik orang hanya dapat dibalas dengan kebaikan pula.

Penutup

Demikianlah tadi pembahasan seputar Peribahasa Indonesia Tentang Kehidupan. Semoga apa yang kami sajikan diatas dapat sedikit menambah wawasan dan apabila dirasa bermanfaat jangan lupa untuk berbagi melalui tombol (share) dibawah. Akhir kata, Terima kasih.