Makna 5 Lambang Pancasila Sebagai Dasar Negara Indonesia

Sebagaimana diatur dalam UUD 1945 Pasal 36A, bahwasanya lambang Negara Indonesia adalah Garuda Pancasila dengan semboyannya "Bhinneka Tunggal Ika". Dalam sejarahnya lambang Garuda Pancasila sendiri sudah mengalami sebanyak 6 kali perubahan desain

Perubahan desain terakhir yaitu terjadi pada tanggal 20 Maret 1950 atas perintah Ir. Soekarno. Dalam hal ini beliau menunjuk, Dullah, pelukis istana untuk memperbaiki rancangan tersebut.

Terinspirasi dari model elang jawa yang memiliki jambul serta mengubah posisi cakar kaki yang awalnya mencengkram pita dibelakang menjadi di depan agar lebih terkesan estetis dan membumi. Selanjutnya desain lambang Garuda tersebut disempurnakan oleh Sultan Hamid II dengan menambahkan skala ukuran dan tata warna.

Warna keemasan pada burung Garuda dipilih karena melambangkan keagungan dan kejayaan. Paruh, sayap, ekor dan cakar burung garuda digambarkan sebagai simbol kekuatan dan tenaga pembangunan.

Desain rancangan Garuda Pancasila dibuat sedetail mungkin sampai pada bulunya. Jumlah bulu pada burung Garuda Pancasila melambangkan hari kemerdekaan Indonesia yaitu 17-08-1945. Dua pasang sayap dengan jumlah bulu 17 pada masing-masing sayap serta bulu ekor sejumlah 8 helai melambangkan bulan agustus.

Bulu pangkal ekor berjumlah 19 helai melambangkan dua angka pertama tahun proklamasi dan 45 helai bulu pada bagian leher melambangkan 2 angka terakhir tahun kemerdekaan bangsa Indonesia.

5 Lambang Pancasila Beserta Maknanya


Sila pertama: Ketuhanan Yang Maha Esa

Sila pertama: Ketuhanan Yang Maha Esa

Dilambangkan dengan tanda bintang bersudut lima yang bercahaya dan memiliki latar belakang hitam sebagai simbol kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa. Kenapa lambang bintang emas yang dipilih ?

Dikutip dari situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), bintang emas dipilih karena mengandung maksud bahwa bangsa Indonesai adalah bangsa yang religius. Dimana masyarakatnya bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan kepercayaan masing-masing

Nilai-nilai sila pertama yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari:
  1. Percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan menjalankan segala perintah dan menjauhi segala larangan-Nya
  2. Saling menghormati antar pemeluk agama lain
  3. Toleransi antar umat beragama
  4. Tidak mengejek dan mencela kepercayaan (agama) orang lain
  5. Tidak memaksakan suatu kepercayaan terhadap orang lain
  6. Saling bekerjasama antar umat beragama dsb.

Sila Kedua: Kemanusiaan Yang Adil dan Beradap

Sila Kedua: Kemanusiaan Yang Adil dan Beradap

Dilambangkan dengan tanda rantai yang bermata bulat dan persegi berjumlah total 17 buah yang saling mengikat dan diposisikan pada bagian kiri bawah perisai. Mata rantai bulat berjumlah 9 dilambangkan sebagai unsur perempuan sedangkan mata rantai persegi berjumlah 8 dilambangkan sebagai unsur laki-laki.

Memiliki latar belakang merah menunjukkan simbol dari kebersamaan, toleransi, simpati, empati, kesetiakawanan dan gotong royong.

Nilai-nilai sila kedua yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari:
  1. Mengakui persamaan derajat, harkat, dan martabat manusia Indonesia
  2. Mengembangkan sikap tenggang rasa atau menghargai atau menghormati perasaan orang lain
  3. Saling tolong menolong antar sesama manusia
  4. Saling mencintai dan menyayangi antar sesama manusia
  5. Tidak semena-mena dan arogan kepada orang lain dsb.

Sila Ketiga: Persatuan Indonesia

Sila Ketiga: Persatuan Indonesia
Dilambangkan sebagai pohon beringin yang kokoh dan diletakkan pada bagian kiri atas perisai dengan latar belakang warna putih. Adalah simbol persatuan, keterpaduan, sinergi dan kerjasama dari semua elemen penunjang dalam kehidupan, sehingga melahirkan batang tubuh yang kuat dan terus bertumbuh layaknya pohon.

Pohon beringin pada dasarnya adalah pohon yang besar, tinggi, dan kokoh yang meiliki daun yang sangat lebat yang diibaratkan sebagai tempat berteduh rakyat Indonesia. Selain itu, pohon beringin juga memiliki akar yang menggelantung pada rantingya.

Itu diibaratkan sebagai bayanyaknya suku dan budaya di Indonesia namun masyarakatnya tertap bersatu padu dalam persatuan sehingga Negara ini tetap dapat berdiri kokoh selama-lamanya.

Nilai-nilai sila ketiga yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari:
  1. Rasa cinta pada tanah air Indonesia
  2. Mengutamakan persatuan dan kesatuan Indonesia dibandingkan kepentingan atau ego pribadi
  3. Tidak membeda-bedakan warna kulit, suku maupun ras
  4. Saling menghargai antar sesama meskipun berbeda suku, agama, budaya, dan ras
  5. Mengembangkan sikap rela berkorban, nasionalisme, dan patriotisme terhadap Negara dsb.

Sila Keempat: Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan

Sila Keempat: Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan

Dilambangkan sebagai kepala banteng yang terletak pada bagian kanan atas perisai dan berlatar belakang warna merah. Lambang tersebut merupakan simbol dari kerakyatan yang dijiwai musyawarah dan kerjasama sebagai makhluk sosial.

Layaknya banteng, yang mana merupakan binatang yang suka sekali berkumpul, sama seperti bangsa Indonesia yang memang selalu hidup bersosial dan rukun antara satu dengan lainnya

Nilai-nilai sila keempat yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari:
  1. Menghargai adanya perbedaan pendapat
  2. Tidak memaksakan kehendak pada orang lain
  3. Mengembangkan sikap demokratis
  4. Melaksanakan kegiatan musyawarah untuk mencapai mufakat
  5. Menjunjung tinggi hasil musyawarah mufakat demi kepentingan bersama dsb.

Sila Kelima: Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Sila Kelima: Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Dilambangkan dengan padi yang berwarna kuning dan kapas berwarna hijau, diletakkan pada bagian kanan bawah perisai dengan latar belakang warna putih. Padi dan kapas adalah simbol dari sandang dan pangan yang dibutuhkan bangsa Indonesia.

Itu dimaksudkan agar setiap rakyat Indonesia mencapai kesejahteraan melalui sandang dan pangan tanpa terkecuali. Selain itu juga memupus kesenjangan baik dari segi sosial, ekonomi, budaya dan politik demi mencapai keadilan bagi setia warga negara

Nilai-nilai sila kelima yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari:
  1. Menghormati hak dan kewajiban setiap warga negara
  2. Mengembangkan sikap adil antar sesama manusia
  3. Ikut serta dalam kegiatan gotong royong warga
  4. Berani bertanggung jawab atas segala yang telah dilakukan
  5. Membiasakan hidup hemat dan sederhana demi menciptakan keseimbangan kehidupan dsb.

Demikianlah artikel 5 Lambang Pancasila Beserta Maknanya. Semoga setelah kita semua memahami makna dan nilai - nilai dari Pancasila, kita dapat menerapkannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sehingga mampu tercipta manusia Indonesia yang religius, adil, patriotis, demokratis dan bertanggung jawab. 

Jangan lupa untuk berbagi dengan cara menekan tombol share dibawah, jika dirasa artikel ini bermanfaat. Akhir kata, terima kasih.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel